Santri MA Qudsiyyah Raih Juara Harapan 1 Lomba Puisi Pestatosh UIN Sunan Kudus 2026

Berita

KUDUS – Attaqi Fahri Miqdad, santri berbakat dari MA Qudsiyyah Kudus, sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara Harapan 1 dalam ajang Lomba Puisi Pestatosh tingkat Kabupaten Kudus. Kompetisi seni dan sastra bergengsi ini diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus di kompleks kampus UIN Sunan Kudus pada Kamis, 22 Oktober 2026. Keberhasilan ini diraih setelah Attaqi bersaing ketat dengan puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah atas dan madrasah aliyah se-Kabupaten Kudus demi menunjukkan kemampuan olah rasa dan penjiwaan puisi terbaik di atas panggung.

Ajang Pestatosh UIN Sunan Kudus tahun ini menjadi salah satu panggung kreativitas pelajar yang paling dinanti di wilayah Kudus. Kompetisi ini sengaja digelar bertepatan dengan momen Hari Santri Nasional untuk mewadahi minat, bakat, serta potensi estetika generasi muda dalam bidang sastra. Attaqi Fahri Miqdad tampil memukau di hadapan dewan juri dengan pembawaan yang penuh penghayatan, artikulasi yang jelas, serta vokal yang berkarakter kuat. Penampilan solid tersebut berhasil mengantarkannya ke jajaran pemenang, sekaligus membawa pulang trofi penghargaan yang membanggakan bagi almamaternya.

Kepala Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah Kudus, Bapak H. Muh Ali Yahya, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian sang santri. Beliau menegaskan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa santri madrasah tidak hanya unggul dalam bidang kajian keagamaan dan kitab kuning, tetapi juga mampu bersaing dan bersinar di bidang seni-sastra umum. Dukungan penuh dari pihak madrasah dan ketekunan Attaqi dalam berlatih dinilai menjadi kunci utama di balik kesuksesan yang diraih dalam kompetisi Pestatosh tahun ini.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih oleh ananda Attaqi Fahri Miqdad dalam Lomba Puisi Pestatosh di UIN Sunan Kudus. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk semua santri MA Qudsiyyah Kudus agar terus percaya diri, mengasah potensi yang ada di dalam diri, serta tidak ragu untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Bapak H. Muh Ali Yahya, M.Pd. dalam sambutan resminya pasca-pengumuman lomba.

Pihak panitia penyelenggara Pestatosh UIN Sunan Kudus mengungkapkan bahwa antusiasme peserta pada tahun ini melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kualitas penampilan dari setiap perwakilan sekolah menunjukkan standarisasi yang terus meningkat. Oleh karena itu, pencapaian yang diraih oleh delegasi MA Qudsiyyah Kudus dinilai sebagai catatan historis yang sangat positif untuk perkembangan iklim literasi dan kesenian di lingkungan pesantren kota kretek ini.

Keberhasilan meraih Juara Harapan 1 ini diharapkan menjadi batu loncatan yang kuat bagi Attaqi Fahri Miqdad untuk terus mengembangkan bakat sastra ke tingkat nasional. Selain itu, momentum kemenangan di ajang Pestatosh 2026 ini diproyeksikan mampu memicu lahirnya gelombang prestasi baru dari santri-santri MA Qudsiyyah Kudus lainnya, baik di bidang akademik maupun non-akademik di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *