SEMARANG – Yardan Labib Al-Ghofar, santri berbakat dari MA Qudsiyyah Kudus, sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat regional dengan merebut Juara 1 dalam Lomba Qiroatus Syi’ir (membaca puisi bahasa Arab) pada ajang Dzikro Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kompetisi bergengsi se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini diselenggarakan oleh UNNES di kampus UNNES, Semarang, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Keberhasilan tersebut diraih setelah Yardan memberikan penampilan yang luar biasa dalam hal intonasi, pelafalan fasih (fashahah), penjiwaan, serta penonjolan ekspresi di hadapan dewan juri, berhasil mengungguli puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah atas dan madrasah aliyah di wilayah Jateng-DIY.
Festival Dzikro UNNES 2026 merupakan agenda tahunan yang menjadi wadah utama bagi para pelajar untuk menguji kemampuan dan kecintaan mereka terhadap bahasa dan sastra Arab. Pada kategori Qiroatus Syi’ir, persaingan tahun ini sangat ketat karena setiap sekolah mengirimkan delegasi terbaik mereka. Yardan Labib Al-Ghofar tampil penuh totalitas membawakan bait-bait syi’ir Arab dengan penghayatan emosional yang mendalam dan artikulasi yang sangat jelas. Penampilan panggung yang solid dan penuh percaya diri dari santri Kudus ini berhasil memikat nilai tertinggi dari dewan juri, sekaligus mengantarkannya ke podium pertama sebagai jawara utama.
Keberhasilan luar biasa di tingkat provinsi ini mempertegas kualitas pembinaan bahasa Arab dan seni Islam yang ada di lingkungan MA Qudsiyyah Kudus. Persiapan yang intensif, bimbingan berkala dari para guru madrasah, serta latihan mental yang kuat menjadi modal utama bagi Yardan untuk bersaing di tingkat regional. Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa santri madrasah mampu menunjukkan eksistensi dan daya saing yang tinggi dalam bidang pelestarian sastra Arab klasik di kancah pendidikan formal yang lebih luas.
Kepala MA Qudsiyyah Kudus, Bapak H. Muh Ali Yahya, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang luar biasa dan rasa syukur yang mendalam atas piala kemenangan yang diraih oleh anak didiknya tersebut. Menurut beliau, pencapaian luar biasa ini bukan sekadar kebanggaan personal bagi Yardan, melainkan juga sebuah kehormatan besar bagi seluruh keluarga besar madrasah yang konsisten mendukung bakat-bakat santri di jalur non-akademik.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi emas yang diraih oleh ananda Yardan Labib Al-Ghofar dalam Lomba Qiroatus Syi’ir Dzikro di Universitas Negeri Semarang. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk semua santri MA Qudsiyyah Kudus agar tidak pernah ragu dalam mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Semoga pencapaian ini melahirkan rasa percaya diri yang tinggi bagi para santri untuk terus berprestasi di tingkat regional maupun nasional,” ungkap Bapak H. Muh Ali Yahya, M.Pd. dalam sambutan resminya.
Pihak panitia pelaksana Dzikro UNNES 2026 mengonfirmasi bahwa standar kompetisi tahun ini mengalami peningkatan mutu yang sangat signifikan, baik dari jumlah peserta maupun kualitas performa di atas panggung. Dengan demikian, kemenangan yang dibawa pulang oleh perwakilan MA Qudsiyyah Kudus ini menjadi sebuah catatan prestasi yang sangat bernilai tinggi bagi perkembangan literasi bahasa Arab di kalangan pelajar pesantren kota kretek.
Keberhasilan menyabet gelar Juara 1 di kampus UNNES ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang masif terhadap iklim kompetisi di dalam madrasah. Momentum kemenangan Yardan Labib Al-Ghofar diharapkan dapat memicu semangat literasi yang lebih kuat di kalangan santri, sekaligus menjadi jembatan bagi lahirnya generasi-generasi baru dari MA Qudsiyyah Kudus yang siap mengukir prestasi gemilang pada berbagai ajang perlombaan berikutnya di masa depan.
