Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus tanggal 27 Mei 2023 menggelar Muwaada’ah Muktahorijin Tahun Pelajaran 2022/2023 di Joglo Majlis Gusjigang Tanah Baru (Jl K.H.R Asnawi). Muwaada’ah Muktahorijin diikuti sebanyak 233 santri, serta Bapak/Ibu wali santri, dan Masyayikh Madrasah Qudsiyyah, Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah, guru dan Karyawan Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus.
Pada Sambutannnya Bapak H. Muh. Ali Yahya, M.Pd. selaku Kepala Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus menyerahkan kembali santri-satri kepada Bapak/Ibu wali santri. “Muwaada’ah Mutakhorijin Tahun pelajaran ini 2022/2023 Madrasah Aliyah Qudsiyyah meluluskan 233 santri. Dari 233 santri yang Ipa ada 72 santri dan ips 161. Dari presentase 233 santri yang melanjutkan ke perguruan tinggi ada 26 %, yang akan ke Pesantren ada 23%, dan yang sedang mengikuti ujian angkatan TNI/POLRI ada 1%, dan yang mengembangkan dirinya baik karir bekerja serta berbagai bidang lainnya ada 50%”. Kepala Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus Bapak H. Muh. Ali Yahya, M.Pd di akhir sambutannya mendo’akan semoga yang sedang mengembangkan dan meneruskan Studi nya serta yang mengembangkan dirinya bisa sukses dan Khasil. Amin ya robbal alamin.
Selanjutnya penerimaan kembali santri ke pada Wali santri yang di wakili oleh bapak K.H. Muhammad Idris Menyampaikan “Jika santri-santri ada kesalahan atau ke khilafan meminta maaf yang sebesar-besarnya selama pembelajaran di qudsiyyah ini.”
Prof. Dr. H. M. Ihsan, M.Ag. selaku mewakili Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Kudus dalam sambutannnya menyampaikan “ selamat datang di keluarga besar Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ)”. Beliau juga merupakan Ketua Umum IKAQ. “Anak-Anak Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus yang hari ini Lulus nantinya menekuni apa yang di lakukan. Pesan yang terakhir anak-anak harus menentukan, pertama, anak-anak harus mengikuti dan merespon perkembangan dunia, anak-anak tidak boleh stagnan. Kedua, santri tidak boleh hidup di pinggiran, santri harus masuk ke tengah-tengah perkembangan masyarakat agar dunia ini juga terwarnai dan termotivasi serta yang paling penting santri itu bisa menjadi memotivasi di tengah-tengah masyarakat”.
Dalam mauidhohnya K. H. Nur Halim Ma’ruf Memberikan ijazah kepada santri-santri yang telah di baiat setelah sholat agar membaca حَسْبِيَ اللهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ di baca 7x agar untuk hidup yang rizqinya lancar. Di dalam mauidhoh beliau juga mendo’akan semoga santri-santrinya sugih ngelmu dan sugeh bondo. Amin ya robbal alamin.
