Kudus, 24 November 2024 – Sebagai langkah inovatif dalam dunia pendidikan, Madrasah Aliyah (MA) Qudsiyyah melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Gasal (semester ganjil) dengan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis smartphone. Ujian yang digelar pada minggu kedua November ini melibatkan seluruh siswa MA Qudsiyyah, mulai dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), hingga Agama, dengan tujuan untuk memberikan pengalaman ujian yang lebih efisien dan modern.
Pemilihan sistem CBT berbasis smartphone ini merupakan bagian dari upaya MA Qudsiyyah untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan. Dalam ujian ini, siswa mengerjakan soal-soal secara langsung melalui aplikasi ujian yang dapat diakses menggunakan perangkat ponsel pintar mereka. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengerjakan ujian di luar ruangan kelas, memberikan kenyamanan serta fleksibilitas bagi mereka dalam mengikuti ujian.
Kepala MA Qudsiyyah, H. Muh Ali Yahya, M.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa penerapan sistem CBT berbasis smartphone ini bertujuan untuk memodernisasi proses ujian dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di dunia digital. “Kami ingin memperkenalkan teknologi kepada siswa kami tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam hal evaluasi akademik. Dengan menggunakan sistem ini, diharapkan siswa dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujar H. Muh Ali Yahya, M.Pd.
Selain itu, pelaksanaan asesmen ini juga mengedepankan efisiensi dan keamanan dalam penilaian. Dengan sistem CBT, soal ujian dapat disebarkan secara otomatis melalui aplikasi, mengurangi kemungkinan kebocoran soal serta kecurangan. Hasil ujian juga dapat langsung diproses dan diumumkan dalam waktu singkat, memberikan umpan balik yang lebih cepat bagi siswa.
Siswa yang mengikuti ujian ini tampak antusias dengan sistem ini. Salah satu siswa, Ali Syafi’i kelas X, mengungkapkan, “Awalnya saya agak khawatir, karena belum pernah ujian pakai ponsel. Tapi setelah mencoba, ternyata lebih mudah dan nyaman. Soalnya juga bisa langsung terlihat, dan nggak perlu repot dengan kertas.” Ujian dengan sistem ini tidak hanya lebih praktis tetapi juga mengurangi ketergantungan pada kertas, sehingga ramah lingkungan.
Bapak Abdul Khalim, S.Pd, selaku ketua panitia mengungkapkan “bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan ujian berbasis smartphone ini adalah memastikan kestabilan jaringan internet, karena seluruh proses ujian dilakukan secara offline tanpa kartu SIM dan harus menyambung jaringan wifi madrasah. Namun, pihak sekolah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk menyediakan fasilitas jaringan cadangan untuk memastikan kelancaran ujian bagi setiap peserta”.
Dengan diterapkannya sistem CBT berbasis smartphone, MA Qudsiyyah tidak hanya memberikan kemudahan bagi siswa, tetapi juga membuka peluang untuk inovasi lebih lanjut dalam dunia pendidikan. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta proses evaluasi yang lebih efektif dan mendukung pengembangan keterampilan digital siswa di masa depan. Dengan semangat menuju pendidikan yang lebih maju, MA Qudsiyyah berkomitmen untuk terus mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran dan evaluasi, agar siswa siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
